BERITA - tjahjowidyasmoro.blogspot.com -
Seiring berlalunya waktu, cinta dalam perkawinan bisa tak lagi semanis madu. Rutinitas pekerjaan, urusan rumah tangga, atau karier yang tengah menanjak, bisa merusak pelangi kebahagiaan yang dulu senantiasa dirasakan. Bagaimana agar hubungan suami-istri tak menjadi menjemukan?
Nuri (bukan nama sebenarnya) perempuan 37 tahun, eksekutif di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta, mengeluhkan kehidupan perkawinannya yang telah memasuki tahun ke-8 kepada seorang konsultan perkawinan.
"Setahun belakangan ini perkawinan kami terasa hambar. Suami saya sering tugas ke luar kota, atau kadang ke luar negeri, sampai berhari-hari. Saya kadang juga harus kerja sampai larut malam. Tapi kami tidak pernah bertengkar hebat. Walau jarang bertemu, kami masih sering berkomunikasi lewat telepon atau SMS, terutama untuk urusan anak-anak. Sayangnya, kami belum pernah punya waktu khusus untuk membicarakan masalah ini."Kami dulu berpacaran tiga tahun, dan rasanya cukup untuk mengenalnyaLihat Sumbernya